Sejarah Desa Pahesan

PROFIL DESA PAHESAN

Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah
Beranda > Profil Desa > Sejarah Desa

2.1.1 Sejarah Desa

a. Legenda Desa

Dari hasil pencarian data asal muasal terjadinya Desa Pahesan yang mengambil sumber informasi dan resume para tokoh masyarakat dan tetua Desa bahwa jaman sebelum masehi telah ada dataran yang tidak berpenghuni dengan hutan belantara, rawa-rawa di sekitarnya (Gung Liwang Liwung).

Mengingat Sejarah Desa Pahesan adalah Identik dengan kehidupan seorang tokoh wanita yakni Mbah PAES. Pada jaman dulu hiduplah seorang gadis cantik yang bernama PAES. Dengan kecantikan dari PAES inilah banyak pemuda yang tertarik padanya, termasuk dua orang pemuda kakak beradik.

PAES memberikan sayembara: siapa yang bisa menanam buah Waluh (labu) yang terbesar maka dialah yang menjadi suaminya. Kedua pemuda tersebut bersaing hingga terjadi perselisihan yang berakhir dengan meninggalnya keduanya. Pemakaman kedua tersebut sangat berdekatan (dempet) di suatu tempat tanah terbuka di tengah persawahan, akhirnya pemakaman tersebut dinamakan makam DEMPET.

Tanah tempat tinggal gadis tersebut akhirnya dinamakan PAHESAN. Hingga saat ini merupakan kepercayaan bagi warga masyarakat Desa Pahesan bahwa warga Desa Pahesan tidak bisa menanam buah Waluh, seandainya bisa pun hasilnya tak akan baik.

b. Sejarah Perkembangan Desa

Desa Pahesan sebagai barometer sumber Ilmu Agama Islam, maupun tempat pendidikan umum bagi warga Desa Pahesan dan sekitarnya. Berikut peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sepanjang perkembangan Desa Pahesan:

1933

Pilkades Pertama

Pemilihan Kepala Desa pertama dengan Bpk Projo Piyo sebagai kepala desa.

1950

Pembangunan Masjid

Perubahan mushola menjadi Masjid Baitul Adhim diprakarsai keluarga Tamhid.

1987

Listrik Masuk Desa

Listrik pertama kali masuk ke Desa Pahesan, menandai era modernisasi.

2018

Pembangunan PAMSIMAS

Pembangunan PAMSIMAS Desa Pahesan "Tirto Pahesan" untuk penyediaan air bersih.

2021

Pengisian Perangkat Desa

Pengisian formasi Kadus Pahesan, Kaur Perencanaan dan Kaur Tata Usaha.

* Timeline di atas menunjukkan beberapa peristiwa penting dari tabel sejarah yang lengkap.

2.1.2 Kondisi Geografis Desa

Letak Geografis

110º 48΄ 55,12″ BT dan 7º 02΄ 27,52″ LS

Ketinggian: ±50 mdpl

Kategori: Dataran rendah

Batas Wilayah

Utara: Desa Karanggeneng

Timur: Desa Sumurgede

Selatan: Desa Tungu

Barat: Desa Wanutunggal

Luas Wilayah

Total: 234,170 Ha

Sawah: 165,570 Ha

Non Sawah: 68,600 Ha

234.17
Hektar Luas Total
165.57
Hektar Sawah
41.0
Hektar Pekarangan
11
RT di Desa

2.1.3 Kondisi Sosial & Ekonomi

Jenis Pekerjaan Penduduk (2024)

Lapangan PekerjaanJumlahKeterangan
Pertanian460 orangMayoritas penduduk
Karyawan Swasta64 orangTenaga kerja industri
Perdagangan42 orangUKM & Warung
Bangunan & Pertukangan42 orangKonstruksi
PNS21 orangTenaga pendidik & pemerintahan

Produk Unggulan Desa

Padi Varietas Inpari 32 Kacang Hijau Padi Ciherang

2.1.5 Kondisi Infrastruktur

Infrastruktur desa memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Di Desa Pahesan telah tersedia:

  • Jalan utama beraspal (Harjowinangun-Saban)
  • Sistem air bersih (PAMSIMAS Tirto Pahesan)
  • Listrik telah masuk sejak 1987
  • Puskesmas Pembantu
  • Sekolah (SD, TK, MTs)
  • Tempat ibadah (Masjid & Mushola)
  • Lapangan olahraga & fasilitas umum

© 2026 Pemerintah Desa Pahesan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan

Data diperbarui: Januari 2026 | Sumber: Sekretariat Desa Pahesan

Scroll to Top